" SEMANGAT BARU "
SEMARAK TAHUN 2023
PURBASARI PANCURAN MAS
PURBALINGGA

Kami dengan senang hati mengumumkan
Taman Wisata Pendidikan Purbasari Pancuran Mas telah menerima Sertifikasi CHSE
Kebersihan, Kesehatan, Keselamatan, dan Kelestarian Lingkungan resmi dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.
Get Learn, Get Joy and Get Fun.

Pedulilindungi

Cek Sertifikat Vaksin

Cekmandiri Pedulilindungi

Festival Kenthongan ke-7 Pameran UMKM dan Ekonomi Kreatif


Seni Kenthongan atau Thek-thek adalah seni musik tradisional khas Banyumasan yang perangkat musiknya terbuat dari bambu atau kayu. Pada awalnya, Kenthongan digunakan sebagai media komunikasi antar warga. Namun seiring perkembangan zaman, penggunaan Kenthongan mulai bervariasi, salah satunya menjadi alat musik alternatif yang masih populer sampai sekarang.

Musik Kenthongan di Banyumas sudah ada sejak awal tahun 1970 dan menjadi sebuah pertunjukan kesenian yang atraktif. Kesenian tradisional ini mulai berkembang dengan ditambahkan alat musik lain seperti angklung, teplak, bedug, seruling, hingga tarian.

Semakin bertambahnya tahun, perkembangan musik Kenthongan pun mengalami modernisasi, dimana lagu-lagu yang dibawakan pada awalnya adalah lagu daerah, sekarang telah berkembang menjadi sangat luas. Seperti contoh lagu pop, campursari dan dangdut. Semenjak itu, Kenthongan berkembang dengan sangat pesat. Tidak hanya alat musiknya, aransemen musik, lagu, pakaian atau seragam, dan tarian pun ikut menjadi bagian dari kesenian Kenthongan ini.

Terhitung sejak tahun 2012, Taman Wisata Pendidikan Purbasari Pancuran Mas selalu berupaya untuk menggelar Festival Kenthongan dalam kemasan acara tahunan. Selain untuk melestarikan seni rakyat, Festival ini biasanya kami adakan untuk turut merayakan hari jadi Kabupaten Purbalingga setiap tahunnya.

Karena sifatnya sebagai festival tahunan, seiring berjalannya waktu, kualitas grup peserta pun semakin meningkat secara signifikan, baik dari aspek musikalitas, penampilan dan kreatifitas. Tahun 2019 merupakan gelaran festival Kenthongan yang terakhir kami adakan. Pada saat itu event rutin tersebut diikuti oleh 24 group kenthongan yang berasal dari 6 kabupaten di Jawa Tengah, yaitu dari Purbalingga, Banyumas, Cilacap, Banjarnegara, Kebumen dan Bumiayu.Sebelum akhirnya pandemi Covid-19 melanda dan Festival Kenthongan di tahun-tahun selanjutnya tidak dapat digelar. Kini, di tahun 2022 ini, kami ingin kembali menggelar event tahunan terbesar kami ini dengan semangat 77 tahun Kemerdekaan RI, “Pulih Lebih Cepat, Bangkit Lebih Kuat

Jangan lewatkan Festival Kenthongan ke -7 ini, sampai jumpa di Purbalingga